Mengenang Seorang Ayrton Senna (III)

Diposkan oleh Redaksi

Perusahaan Chemical di Indonesia | Produk Perawatan Mobil | Chain Lube

Perusahaan Chemical di Indonesia | Produk Perawatan Mobil | Chain Lube
Sumber: proudonline.co.uk

Tanpa Prost, bukan berarti Formula One tidak seru. Kehadiran Michael Schumacher pun menjadi momen di mana Senna dan Schumacher menjadi musuh yang paling ditakuti ketika balapan berlangsung. Meskipun kompetisi memang terasa begitu berbeda, Senna dan Schumacher pun tetap memberikan kompetisi yang seru.

Persainagn ketat antara Schumacher dan Senna pun terjadi di setiap lintasan. Juara satu dan dua selalu didominasi oleh keduanya. Bahkan hingga di akhir hayat Senna di lintasan balap, justru Schumacher yang menjadi juaranya di GP San Marino. Itu merupakan balapan yang paling kelam yang pernah terjadi di tahun 1994. Sebelumnya, San Marino juga menelan korban jiwa di saat sesi kualifikasi.

Senna yang memimpin balapan tanpa sengaja menabrak sisi kanan lintasan saat lap kelima berlangsung. Senna pun tidak sadarkan diri dan segera dilarikan ke rumah sakit. Namun, nyawanya tidak tertolong karena pendarahan hebat akibat benturan telah merenggut nyawanya. Termasuk merenggut impiannya untuk mengakhiri karier membalapnya bersama Ferrari.

{ 0 komentar... read them below or add one }

Post a Comment