Enzo Ferrari, Sosok yang (Tak) Terlupakan (II)

Diposkan oleh Redaksi

Automotive Chemical Industry | Perusahaan Chemical di Indonesia | Produk Perawatan Mobil

Automotive Chemical Industry | Perusahaan Chemical di Indonesia | Produk Perawatan Mobil
Sumber: qnr.ca



Kemudian dia pun pindah ke CMN, salah satu pabrikan terbesar dalam bidang otomotif di Milan. Di sana, dia dipercaya sebagai seorang test driver. Di sinilah dia menemukan jati diri yang selama ini diinginkannya, yakni menjadi seorang pembalap. Kemudian dia sempat berpindah-pindah tempat kerja beberapa kali hingga akhirnya menetap di Alfa Romero.

Alfa Romero pun mempercayainya untuk membalap di beberapa arena. Namun, dia lebih memutuskan untuk mundur setelah menyaksikan kematian pembalap yang fenomenal di masa itu, Antonio Ascari yang sedang mengendarai Alfa Romero. Dia pun masih membalap hingga akhir tahun 1932 sebelum akhirnya mendirikan Ferrari.

Di tahun 1933, Alfa Romero sepakat untuk bekerjasama dengan Ferrari. Namun, beberapa tahun kemudian Alfa memutuskan untuk tidak melanjutkan kontrak yang harusnya berjalan selama empat tahun itu. Dengan rela hati, Ferrari mendirikan pabrik mobil dengan namanya sendiri dan langsung terjun ke dunia balap.

Namun, selama Perang Dunia II, Ferrari lebih memproduksi mobil perang untuk kebutuhan yang mendesak di masa itu. Setelah perang berakhir, Ferrari pun merasakan kesulitan keuangan akibat anti-Fasis-nya tersebut. Ferrari pun sepakat untuk bergabung dengan Fiat yang akan membantunya dalam mengatasi keuangan. Beberapa tahun kemudian, Fiat juga melepaskan diri dan Ferrari pun semakin berjaya di Formula One dengan pembalap-pembalap unggulannya. Apalagi setelah kematian Ferrari, tim balap kuda jingkrak itu justru semakin mendominasi perlombaan di Formula One.

{ 0 komentar... read them below or add one }

Post a Comment