Suspensi Mobil Terasa Keras? Ini Dia Penyebabnya

Diposkan oleh Redaksi

Mobil Terbaik Indonesia | Mobil SUV Terbaik | Mobil Keluarga  
www.nissan.co.id
Apakah kamu seorang pemilik mobil dan memiliki masalah dengan suspensi mobilmu yang terasa keras? Suspensi mobil adalah salah satu komponen di dalam mobil yang sangat mempengaruhi tingkat kenyamanan mobilmu. Jika suspensi dalam kondisi prima pastilah mobilmu akan terasa sangat nyaman saat dikendarai. Namun, jika suspensi sedang mengalami masalah pastilah mobilmu akan terasa keras dan tak nyaman saat dikendarai. Tahukah kamu penyebab dari suspensi mobilmu yang keras? Berikut ini informasinya.

Pemasangan Upper Mounting Kurang Tepat

Salah satu penyebab dari suspensi yang terasa keras adalah pemasangan dari upper mounting yang kurang tepat. Jika upper mounting tidak dipasang dengan tepat maka akan berakibat pada suspensi yang tak bisa duduk dengan benar. Oleh karena itu, kinerja suspensi menjadi sangat berat dan berakibat pada makin pendeknya usia pakai dari suspensi tersebut.

Usia Pakai yang Sudah Terlalu Lama

Setiap barang pasti memiliki usia pakai, termasuk suspensi mobilmu. Jika suspensi mobilmu sudah berusia cukup lama biasanya akan mengalami berbagai masalah seperti oli yang bocor. Jika sudah begini maka mau tak mau kamu harus mengganti suspensi mobilmu dengan yang baru agar menjadi nyaman lagi saat digunakan berkendara.

Hindari Jalanan yang Rusak dan Berlubang


Hal penting berikutnya yang biasa menjadi penyebab dari kerasnya suspensi mobilmu adalah seringnya mobilmu digunakan untuk melalui jalanan berlubang. Semakin sering kamu melewati jalanan berlubang maka semakin cepat pula suspensimu akan mengalami kerusakan. Hal ini harus sangat kamu perhatikan, terutama jika mobilmu adalah tipe hatchback dan juga sedan.
More aboutSuspensi Mobil Terasa Keras? Ini Dia Penyebabnya

Tips Membersihkan Kaca Film Agar Awet

Diposkan oleh Redaksi

Mobil SUV Terbaik | Mobil Terbaik | Mobil SUV di Indonesia
www.nissan.co.id
Membersihkan kaca film adalah salah satu hal yang harus dilakukan oleh setiap pemilik mobil. Dengan kondisi kaca film yang bersih maka berkendara akan terasa lebih aman dan nyaman. Sebenarnya membersihkan kaca film bukanlah perkara yang sulit. Meski begitu, kamu tetap harus memperhatikan beberapa hal agar kondisi kaca filmmu tetap bersih, nyaman dan tahan lama.

Jangan Menggunakan Cairan Pembersih Kaca

Saat kamu akan membersihkan kaca filmmu jangan pernah menggunakan cairan pembersih kaca. Zat kimia yang terkandung di dalam cairan pembersih kaca memiliki efek yang sangat keras dan bisa merusak lapisan kaca film. Namun, efek yang dihasilkan tidak bisa langsung kamu rasakan karena kerusakan akibat pembersih kaca baru akan muncul setelah pemakaian yang cukup lama.

Bersihkan Kaca Film Menggunakan Kain Basah

Untuk membersihkan kaca film, cara yang paling baik adalah dengan menggunakan kain basah. Basahilah kain halus dengan menggunakan air PDAM, jangan air sumur. Lalu usapkan pada bagian kaca film yang akan kamu bersihkan. Usap secara perlahan agar kaca film tidak cepat rusak.

Jangan Membersihkan Kaca Film Menggunakan Tisu Basah


Di dalam tisu basah terkandung cairan kimia yang akan merusak kaca film jika digunakan terus menerus. Kamu juga tak boleh menggunakan bahan yang menggunakan antiseptik untuk membersihkan kaca film.
More aboutTips Membersihkan Kaca Film Agar Awet

Hindari Hal ini Saat Membeli Mobil

Diposkan oleh Redaksi


www.nissan.co.id


Ketika membeli mobil selain memperhatikan mesin, fitur, model, dan juga harga, nyatanya masih ada beberapa hal yang harus Anda perhatikan. Hal-hal tersebut tentunya akan berpengaruh pada kegiatan berkendara Anda nantinya. Untuk itu sebaiknya Anda menghindari beberapa hal ini, dengan begitu proses pembelian mobil Anda pun bisa berjalan dengan lancar. 

1. Periksa Harga Beli dengan Benar 
Membeli mobil di dealer tentu menjadi pilihan kebanyakan orang, Anda pun dapat melihat rincian harga pada brosur yang biasa diberikan oleh sales. Namun, jangan semudah itu mempercayai harga yang tertera. Harga pada brosur biasanya telah ditambahkan kembali dengan berbagai biaya lainnya, yang bahkan beberapa diantaranya  tidak terlalu berpengaruh untuk kendaraan Anda. Untuk itu, sebaiknya periksalah harga mobil secara rinci sehingga Anda tak akan dirugikan. 

2. Lakukan Test Drive
Saat Anda memutuskann untuk membeli mobil, sebaiknya cobalah untuk melakukan test drive. Jangan hilangkan kesempatan Anda untuk merasakan sensasi saat mengendarai mobil yang akan Anda beli. Cobalah untuk mengendarai sekaligus sebagai penumpang, dengan begitu Anda bisa menentukan apakah kenyamanan mobil tersebut sesuai atau tidak dengan keinginan Anda. 

3. Jangan Mudah Terpikat Penawaran
Saat membeli mobil, Anda tentu akan berhadapan dengan sales. Saat kesepakatan pembelian mobil sudah terlaksana, Anda tentu tak luput dari berbagai penawaran lainnya. Jika Anda selalu terpikat dengan penawaran-penawaran tersebut, tentu Anda akan kehabisan banyak uang. Untuk itu, sebaiknya tentukanlah kebutuhan Anda sejak awal, dengan begitu Anda tak akan mudah tergoda oleh penawaran-penawaran sales. 
More aboutHindari Hal ini Saat Membeli Mobil

Kenali Gejala dan Pemicu Alergi Kulit pada Anak

Diposkan oleh Redaksi




Timbulnya kemerahan atau bentol pada kulit anak tentu kerap membuat pada orang tua khawatir. Ya, gejala tersebut nyatanya bisa mengindikasikan Si Kecil alergi atau pun terjangkit gangguan penyakit lainnya. Anda tentunya perlu mencari tahu, dengan begitu Anda bisa melakukan antisipasi dengan benar. 

Alergi kulit sendiri biasanya diakibatkan oleh beberapa pemicu, bisa akibat udara, makanan, maupun sebab lainnya. Alergi kulit umumnya juga menyebabkan 2 jenis gejala yaitu eksim dan utikaria. Eksim ialah saat di mana kulit merandang dan muncul bintil berisi cairan serta menyebabkan gatal. Sedangkan utikaria ialah saat di mana kulit berubah menjadi merah pucat dan muncul bejolan bengkak di beberapa bagian tubuh. 

Saat gangguan alergi kulit terjadi, biasanya kerap muncul di bagian pipi, siku, pergelangan tangan, dan bagian-bagian tubuh yang terlipat. 

Untuk mengatasi alergi, hal utama yang harus dilakukan ialah menghindarkan Si Kecil dari pemicu alerginya. Selain itu, biasanya untuk kasus alergi yang berat doker akan menyarankan untuk meminum obat. Dengan begitu alergi anak pun dapat teratasi dengan benar. 
More aboutKenali Gejala dan Pemicu Alergi Kulit pada Anak

Safely Remove Flashdisk, Perlukah?

Diposkan oleh Redaksi





Sebagai pengguna teknologi, Anda sudah sepatutnya lebih pandai dari teknologi itu sendiri. Dengan begitu, kinerja teknologi Anda pun akan semakin baik dan sesuai dengan keinginan Anda. Salah satunya ialah mengenai pemasangan perangkat keras terhadap laptop Anda. 

Teknologi yang sudah semakin canggih membuat Anda tak perlu lagi menekan tombol masuk/ keluar/eject. Hanya dengan menggabungkan perangkat keras ke dalam laptop Anda, Anda sudah bisa langsung menggunakannya. Hal tersebut memang akan memudahkan Anda, namun Anda juga harus memperhatikan segala hal saat dengan sengaja mencabutnya kembali. 

Ya, meskipun sudah tak ada tombol eject, saat ini ada pilihn safely remove hardware. Pilihan tersebut tentunya memiliki fungsi. Setidaknya dengan memilih safely remove hardware laptop akan mengatahui bahwa perangkat keras akan kembali memisahkan diri, sehingga jika terdapat program yang masih berjalan, laptop bisa memberikan pemberitahuan terlebih dahulu. Dengan begitu laptop pun tahu harus menjalankan perintah yang mana. 

Namun, apakah memilih safely remove hardware wajib untuk dilakukan? Tindakan ini tentu tidak wajib, namun jika Anda melakukan hal tersebut tentu akan menghindari error pada hardware maupun pada laptop Anda. Karena itulah, pilihan kembali lagi kepada Anda. 

More aboutSafely Remove Flashdisk, Perlukah?

Anak Alergi Susu

Diposkan oleh Redaksi


Susu Alergi Pada Anak | Alergi Susu Sapi Pada Bayi
www.belanjaalkes.com


Alergi susu sapi merupakan alergi yang kerap dialami oleh bayi maupun anak-anak. Pasalnya susu sapi merupakan asupan pertama bayi diluar ASI. Adanya kandungan protein dalam susu sapi kerap dianggap oleh sistem imun bayi sebagai zat yang berbahaya, sehingga sistem imun pun mengeluarkan reaksi berlebih. 

Meskipun waktu muncul reaksi alergi berbeda pada setiap anak, pada umumnya reaksi alergi susu sapi muncul secara lambat, setidaknya tiga hari setelah mengonsumsi susu sapi. Biasanya rentan waktu yang dibutuhkan hingga munculnya reaksi alergi ialah 2 jam - 3 hari setelah konsumsi susu sapi. 

Selayaknya alergi lainnya, alergi susu sapi juga memiliki gejala yang dapat dibagi ke dalam beberapa kelompok, yaitu munculnya gangguan pencernaan, gangguan kulit, dan gangguan pernafasan. Dari berbagai gejala yang timbul, nyatanya terdapat beberapa reaksi yang bisa hilang dengan sendirinya, mulai dari gatal-gatal, muntah, dan juga bunyi nafas mengi. 

Meskipun begitu, alergi susu sapi pada bayi biasanya akan hilang dengan sendirinya. Hal itu karena, sistem imun akan berkembang semakin baik. Biasanya alergi susu akan hilang saat anak telah menginjak usia 3 tahun ke atas. 
More aboutAnak Alergi Susu

Hal ini Tingkatkan Kualitas Sistem Imun

Diposkan oleh Redaksi


Alergi Pada Anak | Penyakit Alergi Pada Anak
http://dafhy.net/


Seperti yang Anda ketahui, alergi timbul saat sistem imun dalam tubuh mendeteksi zat yang dianggap berbahaya, sehingga tubuh mengeluarkan reaksi yang berlebihan. Karena itulah, besar kaitannya kondisi sistem imun dengan alergi. Saat sistem imun dalam kondisi yang prima, virus serta bakteripun akan sulit untuk menyerang tubuh. Begitupun dengan alergi. Nah, apa saja yang harus dilakukan untuk meningkatkan kualitas sistem imun? Yuk simak penjelasannya! 

1. Diet Sehat
Diet nyatanya bukanlah untuk menurunkan berat badan lho, melainkan untuk menjaga asupan makanan dalam tubuh. Nutrisi yang baik ialah kunci sistem imun yang sehat. Karena itulah, anak yang kerap menyantap makan secara sembarang dibanding anak yang memiliki tata aturan makan yang jelas tentu memiliki kondisi kesehatan yang berbeda. 

2. Tidur Cukup 
Anda harus memastikan bahwa anak Anda memiliki jam tidur yang cukup. Pasalnya, saat anak maupun orang dewasa kurang tidur, tubuh akan kehilangan T-cells, yang akan menyebabkan tubuh rentan akan virus dan bakteri. Memiliki waktu tidur malam yang cukup akan membuat kinerja sistem imun lebih ekeftif. 

3. Vitamin D
T-cells dalam tubuh memang memiliki fungsi yang amat penting, yaitu untuk melindungi tubuh dari bakteri dan virus. Kandungan dalam vitamin D lah yang mampu membentuk T-cells secara efektif, untuk itu sebaiknya Anda memberikan asupan vitamin D yang banyak untuk Si Kecil. 

4. Jaga Kondisi Pencernaan 
Faktanya, 75% sistem imun berakar dari sistem pencernaan. Apapun yang kita konsumsi akan berpengaruh pada kondisi sistem imun tubuh. Untuk itulah, saat anak mengonsumsi makanan sehat dan seimbang, bakteri sehat dalam pencernaanpun dapat menyongkong sistem imun yang kuat, alergi pun dapat diminimalisir. 

5. Bebaskan Anak Beraktivitas 
Dengan alasan takut alergi Si Kecil kambuh, banyak orang tua melarang anaknya untuk beraktivitas. Padahal hal tersebut bukanlah langkah yang tepat. Anda seharusnya justru membebaskan Si Kecil untuk beraktivitas. Anak butuh untuk bergerak dan bermain, yang nantinya akan bermanfaat untuk meningkatkan sistem imunnya. A
More aboutHal ini Tingkatkan Kualitas Sistem Imun

Langkah Hadapi Anak Asma

Diposkan oleh Redaksi


Alergi Pada Anak | Penyakit Alergi Pada Anak
hellosehat.com


Masuk ke dalam kategori alergi, asma menjadi salah satu reaksi alergi yang cukup berbahaya. Karena itulah, konsultasi ke dokter dan juga ahli merupakan kewajiban bagi penderita asma. Tak terkecuali dengan anak yang terjangkit asma. Anda pasti menaruh kekhawatiran yang amat tinggi pada Si Kecil, untuk itu Anda membutuhkan beberapa tips agar mampu menghadapi kondisi saat asma Si Kecil kambuh. Yuk simak penjelasannya! 

1. Hindari Pemicu Asma 
Layaknya alergi, asma akan kambuh saat tubuh bertemu dengan zat alergennya atau pemicu alergi. Karena itulah, untuk memastikannya sebaiknya Anda melakukan tes. Dengan begitu, Anda akan tahu apa penyebab timbulnya alergi pada anak Anda. 

2. Hindari Debu
Meskipun pemicu alergi anak Anda bukanlah debu, menumpuk debu di rumah tentu bukan langkah yang baik lho! Pasalnya debu dengan mudah bisa beterbangan, hingga akhirnya bisa mengotori kualitas udara di dalam rumah. Karena itulah, sebaiknya Anda rajin membersihkan debu-debu dilingkungan rumah Anda, dengan begitu asma Si Kecil pun dapat diminimalisir.

3. Mandi Sebelum Tidur 
Saat anak terserang asma, langkah yang satu ini mungkin dapat Anda coba untuk menghindari reaksi asma kambuh. Ya, mandikanlah Si Kecil sebelum tidur. Dengan begitu, ia akan tidur dengan badan yang bersih tanpa khawatir adanya zat alergen yang menempel. 

4. Cukupin Kebutuhan Air 
Sebuah fakta mengatakan bahwa saat memiliki gangguan asma, Anda tak boleh membuat keadaan paru-paru dalam tubuh kekeringan. Karena itulah, Anda tidak boleh membiarkan tubuh Si Kecil Kekeringan atau kekurangan asupan air minum. 

Langkah-langkah tersebut tentu bisa Anda jadikan masukan untuk mengantisipasi kambuhnya asma Si Kecil. Dengan begitu, anak pun bisa beraktivitas dengan nyaman tanpa terganggu dengan reaksi asma. 
More aboutLangkah Hadapi Anak Asma

Alergi Telur pada Anak

Diposkan oleh Redaksi


Alergi Pada Anak | Penyakit Alergi Pada Anak
http://tipstren.pojoksatu.id/


Telur menjadi salah satu pemicu alergi yang kerap dimiliki banyak bayi dan juga balita. Pada beberapa kasus sistem imun anak tak mampu untuk menerima protein yang terkandung dalam telur, hal itulah yang akhirnya mengakibatkan munculnya reaksi alergi. 

Reaksi alergi tellur masing-masing anakpun berbeda satu sama lainnya. Biasanya reaksi yang terjadi terbagi menjadi beberapa macam mulai dari gangguan kulit, gangguang pernapasan, hingga gangguan pencernaan. 

Untuk mengetahui apakah anak Anda mengalami alergi telur atau tidak, Anda bisa melakukan beberapa tes. Mulai dari tes darah, tes kulit, seleksi makanan, dan diet makanan. 

Guna menghindari alergi telur pada anak, Anda pun harus menghindari beberapa makanan yang mengandung telur, seperti mayonnaise, puding, marshmallows, kue yang mengandung telur, pasta, dan berbagai makanan yang mengandung telur. 

Biasakan pula untuk membaca label keterangan bahan makanan yang akan dikonsumsi. Tak hanya itu, bagi Bunda yang masih memberikan ASI ekslusif, Bunda pun harus menghindari segala makanan yang mengandung telur, ya! 
More aboutAlergi Telur pada Anak

Tips Saat Memiliki Anak Alergi

Diposkan oleh Redaksi


Alergi Pada Anak | Penyakit Alergi Pada Anak
http://www.singapuraterkini.com/


Saat memiliki anak alergi, orang tua tentu harus memiliki tingkat waspada yang lebih pula. Pasalnya, saat reaksi alergi muncul, alergi harus segera diatasi, tentunya agar dampak buruk tak dialami oleh Si Kecil. Membawa ke dokter atau ahli memang bisa Anda lakukan, namun itu bukan solusi jangka panjang. Anda tetap harus memiliki cara atau teknik penanganan tersendiri, sehingga alergi anak pun dapat teratasi. Berikut ini ialah beberapa hal yang dapat Anda lakukan saat memiliki anak yang alergi;

1. Identifikasi Pemicu Alergi
Sebelum mengurung anak dari berbagai macam ancaman diluar rumah, sebaiknya Anda mengetahui terlebih dahulu apa pemicu alergi pada Si Kecil. Saat Anda sudah mengetahui pasti pemicu alerginya, Anda bisa meminimalisirnya dengan menghindari pemicu tersebut. 

2. Pilih Aktivitas Anak 
Ketika Anda sudah mengetahui pemicu alergi Si Kecil, Anda tentu akan semakin mudah untuk menentukan hal apa saja yang aman untuk anak lakukan. Hindarilah aktivitas yang akan mempertemukannya dengan pemicu alerginya, dan lakukanlah aktivitas yang dapat mendukung tumbuh kembangnya. 

3. Gunakan Pakaian Nyaman 
Meskipun pemicu alergi Si Kecil telah Anda ketahui, tak ada yang bisa menjamin jika kondisi diluar rumah dengan berbagai macam zat dapat menyebabkan anak kembali terserang alergi. Untuk itu, cara lain yang bisa Anda lakukan ialah memakaikan Si Kecil pakaian yang aman dan nyaman. Bahan serta model tentu bisa mengurangi risiko alergi pada Si Kecil. 

4. Selalu Waspada 
Meskipun kekhawatiran akan selalu menerpa Anda, rasa khawatir terus-menerus tentu tak akan menghasilkan apa-apa. Cobalah untuk sedikit membebaskan anak untuk bermain sesukanya, namun Andalah yang tetap harus waspada. Anda harus siap siaga kapanpun reaksi alergi Si Kecil kambuh. 

Nah, yuk lakukan penanganan yang tepat saat Si Kecil terserang alergi. 
More aboutTips Saat Memiliki Anak Alergi