Mengenang Seorang Ayrton Senna (II)

Diposkan oleh Redaksi

Perusahaan Chemical di Indonesia | Produk Perawatan Mobil | Chain Lube

Perusahaan Chemical di Indonesia | Produk Perawatan Mobil | Chain Lube
Sumber: wikipedia.org

Cerita tentang Senna dan Prost pun tidak berakhir di sana. Keputusan keduanya untuk tidak bergabung dalam satu tim yang sama pun muncul. Ini yang membuat perseteruan di antara keduanya semakin menjadi. Senna pun memberikan kompetisi yang menarik bagi Prost dan begitu pula sebaliknya. Apalagi ketika keduanya sama-sama ingin bergabung dalam salah satu tim terbaik di tahun itu, Williams.

Semakin menjadi, Senna pun pernah perang mulut melalui media dengan Prost. Senna sempat menyebut Prost sebagai pria yang tidak memiliki nilai dan melancarkan aksi balas dendam terhadap peristiwa yang terjadi pada tahun 1989 di mana Senna gagal menjadi juara. Senna pun mendekati Prost dengan menabrakkan dirinya kepada Prost.

Kemudian, kompetisi pun bergulir kembali. Namun, kali ini tanpa kehadiran Prost yang membuat Senna pun bersedih. Di tahun 1993, Prost memutuskan untuk pensiun dan mengatakan,"Ini mungkin balapan terakhir saya dan kami (Senna dan Prost) duduk bersama dalam satu konferensi pers. Saya rasa kita harus menunjukkan kepada publik sesuatu yang baik, misalnya berjabat tangan," kata Prost. Hal itu justru membuat Senna kecewa.

{ 0 komentar... read them below or add one }

Post a Comment