Kematian Sang Ayah Tidak Membuatnya Mundur (II)

Diposkan oleh Redaksi

Automotive Chemical Industry | Perusahaan Chemical di Indonesia | Produk Perawatan Mobil

Sumber: bbc.co.uk


Di usianya yang ke-17, dia pernah beradu balap dengan Johnny Cecotto dan Mauro Baldi, pembalap Formula One yang akhirnya mengagumi Jacq. Dia pun membalap di Formula Three, sayangnya hasil yang diraihnya tidak pernah memuaskan sehingga dia pun lebih memilih untuk bergabung dengan CART IndyCar Series di mana dia selalu menjadi salah seorang pembalap yang mampu menunjukkan performanya dengan luar biasa.


Di tahun 1996, dia setuju untuk melakukan kerjasama dengan salah satu tim terkuat di Formula One masa itu, Williams. Debut pertamanya pun begitu mengaggumkan bagi pembalap seusia dia. Hampir saja dia memenangi GP pertamanya di Austalia itu andai saja dia tidak mendapatkan perintah dari tim untuk menyerahkan tahtanya kepada Damon Hill.

Di musim berikunta bersama Williams, Jacq semakin menunjukkan dirinya sebagai pembalap andalan Williams setelah Hill didepak dari Williams. Dia pun mampu menunjukkan persaingan kuatnya dengan Michael Schumacher, salah satu pembalap yang paling prestisius di masa keemasannya dia di Formula One. Akhirnya di tahun ini pula dia berhasil menjadi juara dunia untuk pertama dan terakhir kalinya.


{ 0 komentar... read them below or add one }

Post a Comment