Semakin Aktif, Penglihatan Semakin Tajam

Diposkan oleh Redaksi


Mata Katarak | Pengobatan Katarak
Sumber: thehealthsite.com

Mungkin Anda sudah tahu, berolahraga selama 30 menit setiap hari dapat menyehatkan jantung, mengurangi ukuran lingkar pinggang dan meningkatkan level energi. Tapi, di balik semua manfaat itu, ternyata olahraga juga baik untuk kesehatan mata. Kebanyakan penyakit mata berkaitan dengan masalah kesehatan, termasuk hipertensi, diabetes dan tinggi tingkat kolesterol. Jadi, dengan rutin berolahraga, Anda dapat menekan semua faktor risiko tersebut.

Rutin berolahraga menjadi investasi bagi ketajaman penglihatan di masa depan. Dengan latihan fisik, tubuh dapat meningkatkan aliran dan sirkulasi darah ke jaringan mata dan membuang racun jauh dari mata. Oleh karena itu, aktivitas fisik dapat melawan beberapa risiko gangguan penglihatan.

1. Mata Katarak. Tanpa disadari, olahraga dapat meningkatkan jumlah kolesterol baik dalam tubuh. Ketika peradangan dan oksidasi menyebabkan pembentukan katarak, kolesterol baik justru berperan menjadi anti-peradangan dan anti-oksidatif. Sebuah hasil penelitian membuktikan, orang yang jarang berolahraga memiliki tujuh kali lipat risiko terkena mata katarak dibandingkan mereka yang rajin berolahraga.

Studi lain juga mengungkapkan bahwa orang yang melakukan jogging lebih dari 40 mil setiap minggu dapat menurunkan 35 persen risiko katarak dibandingkan mereka yang hanya berjogging sejauh 10 mil per minggu.

2. Degenerasi Makula. Degenerasi makula ditandai ketika neuron dibagian tengah retina menjadi rusak. Sebuah penelitian dengan mengamati lebih dari 3.800 orang menemukan bahwa orang yang berolahraga tiga kali seminggu cenderung menurunkan risiko terkena degenerasi makula.

3. Retinopati Diabetik. Jika Anda sudah mengidap sebuah penyakit, olahraga membantu Anda mengelola kondisi tersebut lebih baik. Misalnya, aktifitas fisik dapat membantu penderita diabetes mengontrol tingkat gula darah dalam tubuh. Pada gilirannya, mereka dapat mencegah terjadinya risiko komplikasi retinopati diabetik, yang menyebabkan kebutaan pada penderita diabetes.

4. Glaukoma.
Sebuah penelitian mengungkapkan, orang yang rajin berolahraga dapat menurunkan 25 persen risiko terkena glaukoma dibandingkan mereka yang malas berolahraga. Glaukoma adalah gangguan saraf optik yang menyebabkan kerusakan secara fungsional dan anatomi di mata.

{ 0 komentar... read them below or add one }

Post a Comment