Indonesia Berisiko Tinggi Katarak?

Diposkan oleh Redaksi


Mata Katarak | Pengobatan Katarak
Sumber: mosesmousereye.com

Katarak merupakan salah satu penyakit mata yang ditandai dengan pupil mata berubah menjadi warna putih. Perubahan ini terjadi karena lensa mata yang mengalami kekeruhan sehingga mengakibatkan pandangan dan penglihatan menjadi kabur. Bahkan, jika tidak segera dilakukan pengobatan katarak, penderita katarak bisa mengalami kebutaan.

Ditahun 2001, WHO melaporkan setidaknya terdapat 20 juta orang di dunia mengalami buta bilateral (kebutaan di kedua mata), di mana kebutaan ini dihubungkan dengan mata katarak karena penuaan. Angka ini diprediksi akan naik hingga 40 juta jiwa di tahun 2020.

Ada sekitar 6 juta pendudukan Indonesia yang menderita katarak. Mirisnya, Indonesia hanya memiliki 750 ophtalmologist (spesialis mata) untuk populasi yang mencapai 200 juta jiwa. Hal ini menandkan bahwa, satu ophtalmologist harus menangani 350.000 jiwa penduduk Indonesia. Katarak memang menjadi penyakit para orangtua, namun penderita mata katarak di negara berkembang menunjukkan peningkatan.  Tak hanya di kalangan usia senja, tetapi juga di kalangan anak muda.

Selain faktor penuaan, katarak bisa terjadi akibat gaya hidup tidak sehat. Merokok, mengonsumsi minuman alkohol, obesitas, diabetes hingga bekerja di lapangan (terpapar sinar matahari) menjadi penyebab timbulnya mata katarak di usia muda. Indonesia merupakan negara tropis dengan sinar matahari hampir sepanjang tahun. Hal ini berarti masyarakat Indonesia berisiko tinggi mengalami katarak, terutama bagi mereka yang bekerja di luar ruangan, seperti nelayan atau petani.


{ 0 komentar... read them below or add one }

Post a Comment