Gunakan Cara ini Saat Berhenti Darurat

Diposkan oleh Redaksi


Mobil Terbaik Keluarga | Mobil untuk Keluarga Indonesia | Mobil Keluarga
www.nissan.co.id


Keadaan darurat memang tak dapat diprediksi, namun keadaan darurat saat diperjalanan bisa jadi menimbulkan risiko yang lebih besar jika tidak diatasi dengan baik. Jalur darurat selama ini memang ditempatkan di bahu kiri jalan, tapi nyatanya beberapa orang justru menganggap bahu kiri jalan sebagai jalur tercepat. Akhirnya hal tersebut pun justru memicu kecelakaan.

Jadi apa yang harus dilakukan jika memang harus berhenti di bahu jalan? Gunakan beberapa cara ini agar tetap aman saat meletakan mobil di jalur darurat:

1. Letakan mobil dibagian terluar jalur jika memungkinkan. Jika sisi luar jalur sempit, tetap usahan sisi mobil berada di luar jalur sedikit. Hal ini untuk menghindari kendaraan-kendaraan lain yang menggunakan jalur darurat sebagai tempat menyalip.

2. Berikan tanda setidaknya 25-50 meter sebelum lokasi mobil Anda. Hal ini tentu untuk memberikan tanda bagi pengemudi lain bahwa sedang ada mobil yang berada dalam jalur darurat.

3. Semua penumpang sebaiknya keluar dari mobil dan menjauhi mobil. Namun, jangan sampai menjauh dari pandangan mobil. Ya, hal ini untuk mengantisipasi jika keadaan tak diinginkan bisa terjadi.

4. Sebaiknya jangan mencoba untuk memperbaiki mobil sendiri. Hal ini juga menghindari risiko tertabrak dari belakang. Segeralah minta bala bantuan pada patroli terdekat.

5. Setelah mobil sudah selesai diperbaiki, mulailah berjalan di bahu jalan dengan kecepatan stabil hingga 60km/jam. Jika dirasa mobil sudah kembali normal, Anda bisa melanjutkan laju kendaraan di jalur normal.

{ 0 komentar... read them below or add one }

Post a Comment